Rembulan kembali ke peraduan, digantikan sang surya yang menyilaukan,, menelisik jendela kaca yang buram dengan menyiramkan berbagai harapan..
Hembusan angin baru yang bembawa kenangan,, lukisan tentangmu mulai datang perlahan.. Seperti anak panah yang terhempas dari busurnya,, kenangan itu menuhi ingatan tanpa bisa aku hentikan..
Tak jarang segera aku alihkan, terkadang aku sambut dengan riang..
Bukan, bukan aku tak mau mengenang. Taukah kau? Ingatan tentangmu adalah penantian..
Kokohnya benteng penantianku cukup hanya dengan kau berkabar, retaklah. Ingin rasanya aku hancurkan, berhambur lari pada dekapan kenyamanan..
Tidak, pondasiku akan terus mendirikannya,, penantianku akan mengukir gerbang bertahta setia hingga kau tiba..
Mengingatmu adalah simpul senyumku, melihatmu adalah bahagiaku..
Kenangan kita bersama adalah harapan, imaji kita berdua adalah penantian..
Suaraku mungkin tak banyak menyebut kisahmu, namun namamu riuh dalam ruang cintaku..
Keraguan?? Tentu aku merasakannya, terkadang ia bergerilia dalam keyakinan..
Tidak, aku tidak perlu jawaban atas keraguan,, jawabannya cukup aku percaya pada keyakinan..
Mengapa? Ketahuilah,, cinta tak memerlukan alasan, walaupun alasan akan menyertai cinta..
Kubiarkan cintaku nyaman bersamamu, tak perlu aku beralih ketikaku menemukannya.
Kubiarkan harapanku padamu, ketika aku yakin terhadapmu..
Aku setia pada prinsipku akanmu, dengannyalah aku akan memanggil kesetiaan terbaik darimu..
Aku hanya menunggu seseorang yang juga menungguku..
Aku hanya ingin bersama dengan seseorang yang ingin bersamaku..
Jika kau ingin aku lepaskan, aku akan melepaskan.. Karena aku yakin jika kau memang untukku, kau akan kembali,, jika aku memang cintamu, kau akan berlari,, dan jika kau yakin padaku, kau alan tetap bersamaku,, menyematkan asa untuk bersama..
Cinta sejati bukan ditemukan, cinta sejati adalah sebuah penantian, perjuangan, dan perwujudan kesetiaan..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar